Kamis, 15 Oktober 2015

Dialek Lypsinc Acara Karnaval BSI Tasikmalaya



DIALEK lypsinc Carnaval Badassalam
Backsong : I’tiraf
A             : Ini adalah kisah dua manusia yang hidup dengan jalan yang berbeda, satu kisah menceritakan kisah seorang manusia yang hidup dijalan yang lurus dan selalu tunduk dan patuh kepada ajaran yang diridhoi olehNya.  Hidupnya selalu ia abdikan kepada Tuhan yang menciptakan segalanya.
B             : Dan satu kisah lagi adalah kehidupan seorang pemuda yang hidup penuh dengan kemunkaran dan ke dzaliman, kehidupan dunia yang fana membuatnya lupa untuk apa ia diciptakan.  Tiada hari yang dilalui melainkan penuh dengan noda dan dosa yang terus menerus dilakukan.
A             : Ketika orang shaleh yang baik ilmu dan amalnya tengah menyendiri ia senantiasa mengingat akan khalikNya, sejatinya ia selalu berharap dan berserah diri hanya kepada Allah tempat ia memanjatkan dan mencurahkan segala isi hatinya. Ia shalat dengan khusyuk dan meninggalkan segala bentuk kemungkaran.
B             : Ketika manusia berlomba-lomba mencari keridhaan illahi ditengah gelapnya malam, hari-hari ia habiskan untuk meneguk minuman haram yang tiada guna dan tiada manfaatnya, hari-hari ia habiskan untuk menuruti nafsu syetan yang menjuruskan kepada kesesatan yang nyata.
A             : “Dan ingatlah Aku diwaktu senang niscaya Aku akan mengingatmu di waktu sempit” begitulah Tuhan berfirman di dalam kitab suci Al Qur’an, dan hari-hari orang saleh selalu dihiasi dengan kebahagiaan. Bergaul dengan orang-orang yang saleh dan selalu mengisi harinya dengan penuh keberkahan.
B             : "Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa" (QS Al-An'am [6]: 44). Begitulah perjalanan hidup yang selalu dilakukannya pergi ke tempat maksiat, berjudi dan melakukan kemaksiatan-kemaksiatan lainnya.
A             : Seorang pengemis datang, meminta belas kasihan kepadanya, orang yang shaleh senantiasa merendahkan hatinya, ia sadar apa yang ia miliki adalah Tuhan yang memberikan semuanya.  Maka ia pun memerikan sedikit dari apa yang ia punya.
B             : Dan apabila seorang pengemis datang menegurnya, meminta sedikit dari apa yang ia punya, ia usir, ia hardik pengemis tersebut, ia berlaku kasar dan memperlaukannya tak sebagaimana mestinya. Lantas pengemis itu pun berlalu dengan kesedihannya.


A             : “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Ali Imran (3): 169-170).  Begitulah kesudahan orang-orang yang wafat dalam keadaan khusnul khatimah maka kebaikan baginya disisi Allah SWT.
B             : Adapun orang yang selalu berbuat kerusakan dan aniaya dimuka bumi ini,ia congkak, ia sombong dan selalu menjauhi perintah Tuhannya, mereka mati dalam keadaan yang Hina dina tanpa seorang penolongpun disisinya, dan kesudahan baginya adalah seburuk-buruknya tempat kembali, neraka jahannam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar