DIALEK lypsinc Carnaval Badassalam
Backsong
: I’tiraf
A : Ini adalah kisah dua manusia yang
hidup dengan jalan yang berbeda, satu kisah menceritakan kisah seorang manusia
yang hidup dijalan yang lurus dan selalu tunduk dan patuh kepada ajaran yang diridhoi
olehNya. Hidupnya selalu ia abdikan
kepada Tuhan yang menciptakan segalanya.
B : Dan satu kisah lagi adalah
kehidupan seorang pemuda yang hidup penuh dengan kemunkaran dan ke dzaliman,
kehidupan dunia yang fana membuatnya lupa untuk apa ia diciptakan. Tiada hari yang dilalui melainkan penuh
dengan noda dan dosa yang terus menerus dilakukan.
A : Ketika orang shaleh yang baik
ilmu dan amalnya tengah menyendiri ia senantiasa mengingat akan khalikNya,
sejatinya ia selalu berharap dan berserah diri hanya kepada Allah tempat ia
memanjatkan dan mencurahkan segala isi hatinya. Ia shalat dengan khusyuk dan
meninggalkan segala bentuk kemungkaran.
B : Ketika manusia berlomba-lomba
mencari keridhaan illahi ditengah gelapnya malam, hari-hari ia habiskan untuk meneguk
minuman haram yang tiada guna dan tiada manfaatnya, hari-hari ia habiskan untuk
menuruti nafsu syetan yang menjuruskan kepada kesesatan yang nyata.
A : “Dan ingatlah Aku diwaktu senang
niscaya Aku akan mengingatmu di waktu sempit” begitulah Tuhan berfirman di
dalam kitab suci Al Qur’an, dan hari-hari orang saleh selalu dihiasi dengan
kebahagiaan. Bergaul dengan orang-orang yang saleh dan selalu mengisi harinya
dengan penuh keberkahan.
B : "Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada
mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga
apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami
siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus
asa" (QS Al-An'am [6]: 44). Begitulah
perjalanan hidup yang selalu dilakukannya pergi ke tempat maksiat, berjudi dan
melakukan kemaksiatan-kemaksiatan lainnya.
A : Seorang pengemis
datang, meminta belas kasihan kepadanya, orang yang shaleh senantiasa
merendahkan hatinya, ia sadar apa yang ia miliki adalah Tuhan yang memberikan
semuanya. Maka ia pun memerikan sedikit
dari apa yang ia punya.
B : Dan apabila seorang
pengemis datang menegurnya, meminta sedikit dari apa yang ia punya, ia usir, ia
hardik pengemis tersebut, ia berlaku kasar dan memperlaukannya tak sebagaimana
mestinya. Lantas pengemis itu pun berlalu dengan kesedihannya.
A : “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu
mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Mereka
dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada
mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di
belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap
mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Ali Imran (3): 169-170). Begitulah kesudahan orang-orang yang wafat
dalam keadaan khusnul khatimah maka kebaikan baginya disisi Allah SWT.
B : Adapun orang yang selalu berbuat
kerusakan dan aniaya dimuka bumi ini,ia congkak, ia sombong dan selalu menjauhi
perintah Tuhannya, mereka mati dalam keadaan yang Hina dina tanpa seorang
penolongpun disisinya, dan kesudahan baginya adalah seburuk-buruknya tempat
kembali, neraka jahannam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar